Sanggar Sendang… adalah sebuah cita-cita.
Bercikal bakal dari sebuah pentas Drama Musikal yang mengusung “Gerakan Anti Kekerasan”, pada 1 Desember 2007, terkumpulah 40 orang muda yang memiliki minat dan potensi di dunia teater. Sangat beragam latar belakang mereka, mulai dari sutradara panggung, penulis naskah, aktor dan aktris, penata panggung, hingga seniman musik. Merekalah yang kemudian melahirkan Sanggar ini pada tanggal 10 Januari 2008.
Blog ini dihadirkan sebagai pemenuhan kebutuhan Sanggar Sendang untuk dapat berjejaring dengan kawan-kawan sesama penyuka dunia teater. Lewat blog ini ada harapan akan terjadi pertukaran nilai-nilai positif dan nantinya dapat berarti bagi perwujudan dunia yang lebih baik. Karena itu, dalam blog ini, disediakan beberapa kategori yang dapat menjadi ruang karya bersama, seperti; sendang cerita, sendang puisi dan sendang wacana. Sekiranya juga ada sebuah kegiatan baik itu diskusi, pementasan teater, pemutaran film independent maupun workshop, dapat disampaikan melalui sendang agenda.
Sanggar Sendang adalah sebuah jalan menuju cita-cita…, Keindahan yang menjadi Pancaran Sinar Kebenaran. (gnj).
berkesenian adalah salah satu cara untuk memanusiakan manusia dan menjadi manusia seutunya. menjadi manusia bukan hanya reaksi taktis untuk meyikapi alam dan dunia, tetapi pada realitas praksisnya adalah membangun hubungan dan kominikasi yang humanistis untuk kebaikan bersama (bonum kommune). pada relasi praksis inilah kita bisa menapaki satu demi satu realiatas praksis masyarakat kita. sanggar sendang mudah-mudahan mampu memnghadirkan pembalajaran realias sossial paraksis yang ada dalm masyarakat.
salam hormat,
andre yuris
Keindahan ada;ah pancaran kebenaran. Banyaknya salah ketik mengurangi keindahan isi tulisan Anda. Saya berusaha mengoreksinya:
berkesenian adalah salah satu cara untuk memanusiakan manusia dan menjadi manusia seutuhnya. menjadi manusia bukan hanya reaksi taktis untuk menyikapi alam dan dunia, tetapi pada realitas praksisnya adalah membangun hubungan dan komunikasi yang humanistis untuk kebaikan bersama (bonum communae). pada relasi praksis inilah kita bisa menapaki satu demi satu realitas praksis masyarakat kita. sanggar sendang mudah-mudahan mampu menghadirkan pembelajaran realitas sosial praksis yang ada dalam masyarakat.
salam hormat,
andre yuris
Keindahan adalah pancaran kebenaran. Banyaknya salah ketik mengurangi keindahan isi tulisan Anda. Saya berusaha mengoreksinya:
berkesenian adalah salah satu cara untuk memanusiakan manusia dan menjadi manusia seutuhnya. menjadi manusia bukan hanya reaksi taktis untuk menyikapi alam dan dunia, tetapi pada realitas praksisnya adalah membangun hubungan dan komunikasi yang humanistis untuk kebaikan bersama (bonum communae). pada relasi praksis inilah kita bisa menapaki satu demi satu realitas praksis masyarakat kita. sanggar sendang mudah-mudahan mampu menghadirkan pembelajaran realitas sosial praksis yang ada dalam masyarakat.
salam hormat,
andre yuris
SEMANGAT
biarkan kesenian menjadi bagian tertinggi dalam kesadaran spritulitas manusia
karena kesenian yang komersil telah membunuh kesenian itu sendiri
mereka yang mencintai seni dengan hati yang tulus, telah menyumbangkan kedamaian dan kebenaran yang tidak ternilai harganya
akuu pingin liat..
akuu blm prnh liat drama teater blass seumur hidupku..
kasiannya..!!
smoga hasilnya ttp mmuaskan n bisa dinikmati smua mskipun ada tabir tak tersibak dibaliknya..
hohohohohoho..
dunia seni merupakan sebuah dunia yang penuh dengan cerita kehidupan..sarat pesan dan kesan..hidup dan mati..cinta dan keputus asaan..kegembiraan dan kesedihan..segalanya adalah sebuah kebenaran yang sejati…bravo!!!
ISI NYA TOLONG DI UP DATE DONG…
sampun kang Andre Yuris…
i’ll be there for sendang………
hohoho
Saat ini banyak pemain, tarutama generasi muda yg jadinya malah salah kaprah thd teater..
Rajin berlatih semata-mata u/ meningkatkan kemampuan akting, dsb..
Naskah pun dibuat se-absurd mungkin, cz menganut faham “semakin absurd semakin berkualitas” (baca: kemaruk teknik, yg juga banyak menjangkiti bidang seni lainnya dewasa ini)..
Penyampaian pesan, menghibur penonton, dsb tersubordinat oleh nafsu pamer kemampuan, menjadi no-1, dsb..
Apa yg sebaiknya kita lakukan, sebelum terlanjur (makin) kasep?
Mas Pandu, kalau untuk seorang aktor Teater, rajin berlatih itu semata-mata memang untuk meningkatkan kemampuan akting. Karena memang itu adalah pekerjaannya di teater. Nah, kalau bicara pertunjukan teaternya, mari kita kupas dari sisi para penulis naskah dan sutradara. Untuk iklim penyutradaraan dan penulisan naskah di Surabaya, memang terbaca semacam itu. Namun itu pun tidak harus digeneralisirkan. Sebab memang ada beberapa kelompok teater yang memfokuskan diri di ranah absurditas, bahkan hingga abstrak. Di titik ini, kita harus mengapresiasi positif kehadiran karya mereka yang memang sedikit sulit untuk dipahami. Seperti teater Ruang misalnya, salah satu teater yang memfokuskan diri di pembahasaan tubuh. Cara berlatih mereka banyak difokuskan pada membongkar tubuh. Namun di sisi lain banyak juga kelompok teater yang memilih pada ranah dialog (walau tetap surealis).
Nah, sekarang mari kita bicara tentang prinsip penyutradaraan. Saya sepakat dengan mas Pandu bahwa dalam ranah penyutradaraan adalah menjadi tanggungjawab sang sutradara untuk dapat memahami makna dari sebuah pementasan teater. Jadi unsur yang pertama adalah, sebuah pementasan teater adalah memiliki makna. Kedua pemahaman yang dapat dialami oleh penonton, tidak melulu pada ranah logika, namun juga rasa. Sebetulnya seorang penonton pertunjukan teater itukan mencari pemenuhan rasa. Persoalan terhibur itu kan persoalan rasa. Di sisi inilah banyak aspek menjadi harus diperhatikan. Dari sisi naskah, konsep dan makna yang ditawarkan harus jelas. Alur cerita harus logis, kecuali dengan tujuan tertentu dapat menjadi tidak logis. Para aktor harus diolah sedemikian rupa sehingga dapat menjadi manusia baru di atas pentas. Tata panggung, tata lampu, tata musik, tata rias, dan tata busana harus dapat menghadirkan rasa yang ingin dibagikan kepada penonton. Harus dapat menunjang makna dan alur cerita, adegan per adegannya. Nah, bagian inilah yang kemudian sutradara acapkali lalai.
Jadi di sini kalau boleh disimpulkan, nafsu pamer itu seringkali menjangkiti sutradara, karena para aktor adalah manusia baru yang diciptakan oleh sang sutradara. Tapi, tugas para aktor ya memang harus berlatih dan itu semata untuk meningkatkan kualitas akting. Akting yang berarti menjadikan manusia baru di atas pentas.
bos besarrrrr , saya Miss Eudaimonia pesan tiket 3 dulu yah … ta jip dl !
jgn lupaaa , okehhhh ?
tengkiu … hope this performance will be satisfying !
wah sekarang banyak yang comment y..jaya terus sendang…
waduh njurr… aku kangen.. suwi ga berproses dalam teater mari moco sanggar sendang ki aku kangen untuk kembali ‘liar’ neh. apa kabar dulur?.. salut tetap eksis di teater.
kalau mau gabung ke sanggar sendang, gimana caranya yah?
karena saya ingin sekali belajar teater…
halo, Putri…
Senang berkenalan denganmu. kalau mau bergabung, bisa langsung datang latihan. Hanya saja sekarang latihannya sedang libur karena akhir tahun. kalau tidak keberatan mungkin saya boleh diberikan alamat emailnya Putri. Via Japri saja ke genjur_saputra@yahoo.com. mungkin juga bisa sekalian no telp yang bisa dihubungi. Nanti bulan januari ketika latihan dimulai lagi, saya akan mengundang Putri untuk ikut latihan.
Salam
Erick Genjour
saya suka dunia teater,,,tapi belum pernah kepikiran belajar apa lagi pentas,,,hehehe meskipun dikampus ada UKM teater,tapi kurang tertarik,,,
gag tau kenapa baca log ini kook jd tertarik yaaa,,,,,
apakah boleh saya bergabung untuk mengenal dan memperdalam teater disanggar sendang…??? kwl boleh caranya gmn…???
ini fb sy Herman Szaamienaa (Giey4@yahoo.co.id) minta infonya ya mas genjour,,,,,tank uuu